ilustrasi Bendera Pakistan (ist)

Setelah perluasan, lahan parkir untuk truk NATO akan dua kali lipat,"
Peshawar, Pakistan (ANTARA News) - Pakistan menggandakan jumlah truk Pakta Pertahanan Atlantik Utara di penyeberangan utama perbatasan untuk mempercepat penanganan kemungkinan lonjakan masuk pasokan untuk pasukan di Afghanistan, kata pejabat pada Senin.

Petugas pabean di perbatasan Torkham di wilayah bermasalah bagian baratlaut negara itu kepada AFP menyatakan pekerjaan telah dimulai untuk memperluas lahan parkir khusus untuk peti kemas Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Islamabad pada pekan lalu setuju membuka kembali jalur darat bagi iringan NATO sesudah ditutup tujuh bulan akibat serangan udara gagal AS terhadap pos perbatasan, yang menewaskan 24 tentara Pakistan.

"Setelah perluasan, lahan parkir untuk truk NATO akan dua kali lipat," kata Obaidullah Khan, pejabat pabean di Torkham, penyeberangan perbatasan terdekat ke Kabul, kepada AFP.

"Sebelum penutupan itu, terminal tersebut memiliki daya tampung 250 kendaraan dan sekarang kami memperluasnya menjadi 500," katanya.

Khan menyatakan pekerjaan juga berlangsung di dua ruang khusus untuk petugas pabean urusan surat-surat untuk kendaraan NATO guna mempercepat perjalanan mereka ke Afghanistan.

Keamanan di penyeberangan itu ditingkatkan, kata Khan, untuk menggagalkan gerilyawan Taliban, yang mengancam menyerang truk NATO dan membunuh awaknya.

Empat pos pemeriksaan didirikan di sekitar terminal Torkham dan jumlah petugas keamanan akan ditingkatkan dari tingkat sebelumnya 550 orang.

"Tidak ada kendaraan pasokan NATO diizinkan bermalam di Torkham, bahkan jika perlu, kami lembur," kata Khan.

Meraj Khan, pejabat administrasi di Torkham memastikan rincian itu.

Warga Pakistan penentang persekutuan anti-teror negara mereka dengan Washington pada Minggu memulai pawai ke Islamabad untuk mengecam pembukaan kembali jalur pasokan Pakta Pertahanan Atlantik Utara ke Afghanistan.

Ribuan orang bergabung di iringan bus, truk dan mobil, membawa bendera bergaris hitam dan putih persekutuan Pakta Pertahanan Pakistan, dalam perjalanan 275 kilometer dari kota timur -Lahore- ke Islamabad.

Pakistan membuka kembali jalur darat bagi iringan NATO pada Selasa sesudah menutupnya sebagai perlawanan atas serangan udara AS, yang menewaskan 24 tentara Pakistan pada November 2011.

"Sekitar 25.000 orang bergabung dengan kami pada awal pawai ini dan banyak lagi akan bergabung di perjalanan, sementara kami memiliki 3.000 orang untuk tugas keamanan," kata juru bicara penyelenggara Yahya Mujahid kepada AFP.

Polisi memperkirakan hingga 8.000 orang ikut dalam pawai itu.
(B002/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com