Sedikit info Teknologi Informasi dan Komunikasi Terkini | Review Laptop | Spesifikasi Tablet | Harga komputer | Handphone | Bisnis Online | Tips Facebook | Sains

Lebih Baik Mengingat Kandungan Obat

| Senin, 16 Juli 2012
Masyarakat sebaiknya mengingat kandungan obat ketimbang menghafal merk dagang obat tertentu, agar bisa menentukan produk yang sesuai dengan gejala penyakit yang diderita. Demikian dikatakan Kepala Bidang Informasi Keracunan Badan Pengawas Obat dan Makanan Tri Asti Inariani di Jakarta, Selasa (10/7).

"Seseorang tidak perlu mengonsumsi obat lain dengan kandungan yang tidak dia perlukan," kata Asti. "Bagi seseorang yang mengetahui kandungan suatu obat, dia hanya akan memilih obat yang mengandung bahan tersebut."

Misalnya, kata Tri, penderia demam akan memilih obat dengan kandungan paracetamol, bukan obat lain. "Begitu pula jika sakit kepala, orang itu tidak akan membeli obat flu yang kandungannya tidak dia butuhkan, tapi membeli obat pereda nyeri untuk meredakan sakitnya," jelasnya.

Hal yang sama juga dituturkan Kepala Biro Hukum dan Humas BPOM Budi Djanu Purwanto. Dikatakannya, terkadang sebagian orang akan menyebut obat tertentu dengan nama yang berbeda. "Misalnya seseorang menyebut obat itu X, tapi yang lain mengatakan itu Y. Sebenarnya, itu obat yang sama, hanya saja yang satu menyebut merk sedang yang lain menyebutkan kandungannya," katanya.

Budi mengatakan ada dua nama yang lazim terlihat di kemasan obat bebas di pasaran. Nama yang paling atas dan paling besar merupakan merk, sedangkan nama yang ada di bagian bawah merupakan nama zat aktif yang terkandung.

Seringkali, tambahnya, kandungan obat yang ditulis merupakan kombinasi dari beberapa bahan yang terkandung dalam obat. "Misalnya antasida yang merupakan kombinasi magnesium hidroksida dan aluminium," katanya.(ANT/SHA)



Lebih Baik Mengingat Kandungan Obat
paimin-pribadi

0 komentar:

Posting Komentar