Jakarta (ANTARA News) - Ilmuwan biokimia Amerika Serikat, Bruce Alberts, dalam diskusi panel bertajuk Science for a better future di pusat kebudayaan AS @america, mengatakan pendanaan untuk penelitian merupakan kunci utama kemajuan sains sebuah negara.

"Di Amerika Serikat siapapun anda, tak peduli tua ataupun muda, ketika anda memiliki ide penelitian yang cukup matang anda akan mendapatkan pendanaan untuk itu," kata Profesor Emeritus Departemen Biokimia dan Biofisika Universitas California itu di Jakarta, Senin.

Menurutnya, faktor pendanaan yang lebih mudah didapatkan menjadi perbedaan mendasar dari kemajuan sains di Indonesia dan AS.

Senada dengan Alberts, ilmuwan peraih penghargaan Nobel 1989 Harold Varmus, juga mengatakan bahwa pendanaan menjadi faktor penentu dalam kemajuan capaian sains sebuah negara.

"Pendanaan sangat penting, anda takkan bisa menjalani penelitian sains tanpa uang. Sudah seharusnya anda mendesak pemerintah dan para pemimpin politik untuk menyediakan dana yang menunjang penelitian sains di negara anda," ujarnya.

Varmus mencontohkan kasus di negaranya yang mengambil langkah untuk menaikkan pajak terhadap produk tembakau dan uang terkumpul bisa dialokasikan untuk kebutuhan pendanaan penelitian sains.

Acara diskusi panel yang diadakan Kedutaan Besar AS itu dihadiri juga oleh Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel, pakar bioteknologi dan pangan Roger Beachy dan dimoderatori oleh Damayanti Buchori dari IPB, serta hadir juga dari kalangan mahasiswa dan peneliti secara umum.

"Saya harap Indonesia dapat mempertimbangkan untuk mengadaptasi model yang berlaku di AS terkait dukungan pendanaan penelitian sains, bisa juga dengan menerima bantuan dari Bank Dunia. Sebab, perkembangan sains sangat penting untuk masa depan sebuah negara," ujar Alberts.
(SDP-51)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com