Ilustrasi. Bank Indonesia (BI), Jakarta. (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki

Dalam rangka penetrasi sistem pembayaran nontunai yang ujungnya berdampak pada peningkatan akses ke lembaga keuangan, perlu dilakukan perluasan akses BPR pada sistem pembayaran,"
Surabaya (ANTARA News) - Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas mengatakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memerlukan perluasan akses sistem pembayaran untuk mendorong pelayanan kepada masyarakat menengah bawah yang belum mendapatkan akses perbankan.

"Dalam rangka penetrasi sistem pembayaran nontunai yang ujungnya berdampak pada peningkatan akses ke lembaga keuangan, perlu dilakukan perluasan akses BPR pada sistem pembayaran," ujarnya dalam acara penandatanganan nota kesepakatan pengembangan sistem transfer kredit elektronik di Surabaya, Senin.

Menurut dia, peran BPR masih sangat terbatas dalam pemberian jasa sistem pembayaran sehingga menyebabkan kurang optimalnya BPR dalam menyediakan layanan kepada masyarakat, khususnya terkait transfer dana.

"Sementara kebutuhan nasabah agar transaksi keuangan dapat berjalan dengan aman dan lancar merupakan potensi bisnis dan layanan yang tidak boleh diabaikan oleh BPR," katanya.

Terkait dengan layanan sistem pembayaran, Ronald menjelaskan bahwa temuan di lapangan menunjukkan masih banyak kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi atau melakukan perpindahan dana secara aman dan lancar baik dari sisi waktu maupun biaya.

Selain itu, masih ditemukan adanya pengelolaan dana untuk kegiatan transfer yang kurang efisien oleh BPR karena BPR harus melakukan penempatan giro di beberapa bank umum dan pembuatan virtual account untuk nasabah BPR.

"Hal yang perlu memperoleh penanganan segera adalah adanya transaksi pembayaran yang kurang aman di tengah masyarakat melalui BPR dengan menggunakan sarana cek putih," ujarnya.

Untuk itu, dalam rangka keperluan pemindahan dana dengan tetap menginduk pada bank umum, Bank Indonesia memperkenalkan layanan yang dinilai paling tepat dari sisi jumlah dana dan pergerakan dana, yaitu Sistem Transfer Kredit Elektronik.

"Melalui layanan ini diharapkan eksistensi dan daya saing BPR juga dapat diperkuat, yang selanjutnya mampu mempertahankan loyalitas nasabah dan mampu memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat yang belum tersentuh," ujar Ronald.

Ia menjelaskan bahwa bank umum yang memiliki sumber dana relatif lebih besar dan dukungan teknologi yang memadai diharapkan dapat menjalin sinergi dengan BPR yang memiliki keunggulan pengalaman dan sebaran jaringan kantor untuk dapat melayani UMKM yang tersebar di pelosok negeri.
(S034/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com